“If you’re out there,
if you’re somewhere,
if you’re moving on—I’ve been waiting for you ever since you’ve been gone.”
“If you’re out there,
if you’re somewhere,
if you’re moving on—I’ve been waiting for you ever since you’ve been gone.”
Ketika kamu mulai berbicara—tentang inginmu untuk mengakhiri semuanya,
sebenarnya aku tersenyum untuk menahan air mata.
Aku menarik napas dalam-dalam, ingin mengungkapkan segala yang aku rasa.
Memberitahumu jika aku masih cinta.
Namun apa daya, hanya:
"Tidak apa-apa."
yang mampu keluar dari dada.
Penyesalan terlihat di matamu,
kamu segera pamit dan pergi menjauh.
Tidak apa-apa.
Pada waktunya, kita berdua akan sembuh.
—Tepatnya, kamu dulu yang akan sembuh, saya belakangan.
Adakah yang lebih membuat perih di hati.
Ketika melihatnya berjalan tanpa pernah menoleh lagi.
Adakah yang lebih menyakitkan.
Ketika dua orang yang pernah saling mempertahankan
menjadi saling melepaskan; perlahan.
Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai sepenuh hati.
Memilih hati yang lain untuk dia singgahi.
Kamu memberiku pilihan;
Berhenti atau membuat jeda sejenak.
Aku tak pernah mempunyai jawaban.
Dan aku memilih menepi, menjauh lalu membuat jarak.
Aku menganggapmu akhir dari pencarian.
Sementara aku buatmu hanyalah
sekadar pelarian.
Dan aku masih di sini
Sendiri.
Mengusap air mataku
Yang jatuh satu-satu.
:)