Rabu, 13 Desember 2017

Tapi Kita Padam

Bahwasanya, kita sama-sama sungkan memulai apapun perihal melepaskan; kau tak ingin mengucap barang satu kata, akupun berangan tak akan rela. Tawamu, tawaku; mereka pandai memanipulasi seolah kita tak berarti apa-apa. Diammu, diamku; mereka lebih tahu segalanya. Kau berbakat perihal memendam, dan aku mahir dalam menggenggam.

Tak apa, asal kita tidak padam.

—puanlunar,

Minggu, 26 November 2017

Sunyi Berbunyi

Kadang aku seperti belum rela jika tak ada lagi cerita kita.
Berpura baik-baik saja dan tersenyum saat orang bertanya kamu kemana? kenapa aku sendiri saja?
Tak ada lagi kamu yang selalu mengingatkanku ini dan itu.
Tak ada lagi pesan dan panggilan sebagai notifikasi favoritku.

Aku masih saja suka membaca pesan lama kita.
Aku bahkan mengingat letak titik dan koma hingga di luar kepala.
Aku bahkan akan sedikit tersenyum saat mengingat bahwa kita pernah begitu dekat.
Bahwa aku dan kamu pernah saling menyayangi dengan sangat.

Lalu tiba-tiba semua itu hilang. Kita menjadi seperti dua orang asing yang belum pernah berbincang.
Untuk menanyakan kabarmu saja terasa sungkan.
Padahal dulu sangat menyebalkan jika kamu mengabaikan pesanku.

Ah, tulisan ini jangan kamu anggap pelampiasan bahwa aku ingin kamu kembali padaku.
Aku hanya ingin menuliskan jika suatu saat nanti rasa itu datang kembali — perasaan rindu.

Dan aku memilih masih menceritakan tentangmu dalam tulisan-tulisan ini, sebab hanya di sini aku tak akan pernah kehilanganmu lagi.

Jumat, 24 November 2017

Kalau Sekarang Kamu Di Sini

Bagian tulisan ini dibuat saat aku berdiri di eskalator. Dengan barang belanjaan dalam kantong-katong plastik pada troli, siku tanganku pada pegangan kendali, dan jempolku menekan tombol huruf ke sana ke mari.

Dari segala barang yang dijajakan pada toko di kanan kiri, belum ada yang mampu mencuri perhatianku, menuliskanmu tetap menjadi hal yang lebih seru.

Kalau sekarang kamu di sini, mungkin aku tidak memakai troli. Kita akan berbagi kantong belanja, membawanya sambil berceloteh ria. Mungkin sebelah tanganku akan menggandengmu atau bisa saja tangan kita begitu dekat tetapi malu-malu.

Saat menuliskan kalimat ini, sebetulnya aku berniat menyimpan ponselku dalam saku. Sebab daritadi menuliskanmu membuatku tersipu. Jatuh cinta itu ternyata lebih menghantui jika dibanding dengan ibu kos yang sedang menagih. Gagasan tentangmu muncul dalam berbagai hal, gagasan tentangmu tak berkesudahan.

Ngomong-ngomong, aku sudah sampai parkiran. Troli sedang aku susun dalam barisan. Satu kantong belanjaku aku impit dengan tangan dan dada, agar tangan kiriku bebas menuliskan cerita tentangmu.

Barusan aku melihat seorang petugas keamanan, dia membantuku menyebrang jalan. Mungkin jika kamu di sini, kamu akan menarik tanganku agar berjalan lebih cepat lagi seraya berbisikn

"Ayo, ayo, hati-hati."

Kamu manis sekali.
Imajinasi tentangmu tak kunjung pergi meski sekarang aku sedang menata barang dalam tas.

Pengedar Diksi

Perempuan itu bukan orang yang pandai melupakan.

Saat hatinya terluka, ia selalu mengingat siapa penyebabnya.

Ketika ia rindu, ia akan tahu kepada siapa rindunya.

Saat pergi ke tempat yang dulu ia habiskan waktu berdua dengannya,
ia ingat betul satu nama di hatinya.

Saat di tempat makan, ia ingat makanan kesukaan seseorang yang dulu bersamanya.

Ketika melihat orang lain memakai pakaian yang sama dengan lelaki yang pernah ia cintai, sudah pasti isi kepalanya kembali mengingatnya lagi.

Saat membuka percakapan lama,
matanya akan berkaca kaca,

Dan ketika memegang barang pemberian darinya, ada air mata yang jatuh dengan sendirinya.

Kamis, 23 November 2017

Aku Datang Lagi ke Tempat Ini


Aku berusaha tergelak. Berusaha tertawa keras-keras biar kalau ada air mata yang jatuh bisa untuk alasan jatuhnya karena tertawa.

"Sini peluk," katamu. Dan benar, pelukanmu selalu bisa menenangkan aku.
"Aku bakal kangen banget." Kamu berbisik tepat di telingaku, sambil mengacak pelan rambutku dengan ibu jarimu.

"Hei, jangan nangis." Kamu menyeka air mataku dengan jari-jarimu. Aku menggelengkan kepala. Aku tak menyukai suasana seperti ini.
"Aku masih mau sama kamu, aku nggak mau pulang".

Sekali lagi kita berpelukan  di tengah keramaian.
Lalu aku berjalan, kamu semakin jauh. Aku mau lihat kamu melambaikan tangan, sampai benar-benar hilang dari pandangan.
Rasanya dadaku untuk bernafas saja sesak sekali.

Aku datang lagi ke tempat ini.

Bedanya adalah tak ada lagi kamu di sini.
Aku sendirian. Sekeras apapun tangisanku, sekuat apapun aku menahan dingin malam, tak ada lagi kamu.

Tak - ada - lagi - kamu.

Aku memang tak menyukai suasana perpisahan seperti waktu itu. Tapi aku lebih tak menyukai seperti sekarang. Kalaupun kita berpisah, tak apa. Paling tidak, aku masih bisa melihat kamu dari mana saja.

November

Don't tell me that you miss me.

Don’t tell me all the things I wanted to hear so long ago. That’s not fair to me.

If that moment hits you where you realize you do still love me I ask you not to say it.

Because the truth is I still love you.

And our song that used to make me smile makes me cry.

The truth is I’m still hurt.

The truth is I still find myself going back because with you I saw what I thought was a clear future.

The truth is I still go back to our spot sometimes and hope you’re there waiting.

The truth is I lay there awake regretting a lot of things too.

So I ask you not to miss me.

I ask you not to say it.

I ask you if you love me, keep it to yourself.

I’ve been forced to be a lot stronger than I actually am.

I’ve been forced to put up this front like your absence in my life didn’t crush me when you left.

I ask you not to say anything or ask if I miss you too.

Because with you the answer will always be yes.

Selasa, 21 November 2017

Nanti Kau Akan Rindu

Nanti kau akan rindu posisi yang pernah aku tempati.
Betapa perhatiannya aku,
betapa polosnya aku,
betapa sabarnya aku menghadapi semua perlakuanmu itu.
Nanti kau akan menyesal sudah memilih pergi.
Karena kau sadar,
cinta yang baru tidak lebih baik dari aku.

Pergi Itu Bukan Pilihan

Pergi itu bukan pilihan,
tetapi niatan.
Sebab, pada saat kau memutuskan untuk bertahan.
Aku tahu itu hanya karena egomu.
Padahal yang kau katakan dulu,
aku yang ingin kau bahagiakan, bukan?

Minggu, 29 Oktober 2017

Tidak Akan Tahu


Kamu tidak akan menyangka
dan tidak akan tahu
di saat kekasihmu berjanji atas nama rasa sayang
seraya menggenggam tanganmu,
berkata bahwa ia tidak bisa hidup tanpamu,
tiga bulan kemudian ia berdekapan dengan orang lain.
Katanya kalian sudah tidak cocok lagi.
Katanya ekspektasimu terlalu tinggi.
Katanya rasa yang dia miliki sudah berbeda.

Ada masanya di saat orang yang kita anggap tidak akan pernah meninggalkan hidup kita, tiba - tiba atau secara perlahan akan menghilang.

Before

I want to taste the universe
kiss the stars
hug the moon
feel the sun's fire

Float through the cosmos
Gathering her treasures
Feeling her euphoria
Feeling her pleasures

Make me a supernova
I want to light up the night
Im a titanic explosion
Let me shine before I die

Selasa, 24 Oktober 2017

Tega–sungkan

Mereka berkata, pergi yang menyakitkan adalah kepergian tanpa pesan.
Sedangkan aku tak pernah punya keberanian untuk meninggalkan pesan untukmu.

Aku berhenti.

Jika kita paksakan, maka yang tersakiti bukan hanya aku tapi juga kamu, sebab kamu bertahan hanya karena tak tega—sungkan untuk meninggalkan.

Rabu, 11 Oktober 2017

Sedih ? Tentu

Benci?
Tidak.
Saya sayang dia,
menjauhpun rasanya tak sanggup,
tapi saya tau,
makin lama,
makin cinta,
makin mendalam,
makin menyakitkan.

Sedih?
Tentu.
Saya tak bisa mengobrol lagi dengannya,
tak bisa bertemu dia lagi,
tak bisa memeluk dia lagi.

Lega?
Iya.
Menjaga jarak itu penting saat saya tau bukan saya yang dia mau.
Memutuskan pergi saat sudah sejauh ini ya berat,
tapi harus.

Minggu, 08 Oktober 2017

The Reason Why I Don't Believe In Forever.

"Kalau begitu katakan padaku, katakan padaku apa yang saya lakukan salah, katakan padaku apa yang saya lakukan salah sehingga membuat Anda melarikan diri?"

"Tidak, Anda tidak mengerti, itu bukan salah Anda."

"Lalu mengapa? Setelah semua janji, setelah semua cinta, mengapa? Hanya saja saya tidak akan cukup?"

"Tidak, maksudku, kamu sudah cukup, kamu lebih dari cukup, tapi keadaannya berbeda, aku tidak tahu kenapa, tapi kamu tidak melakukan apapun."

"Dan apa yang harus saya lakukan sekarang tanpa Anda di sini? Anda bilang saya adalah alasan senyuman di wajah Anda, dan Anda menjanjikan saya selamanya, ingat? Saya rasa itu sudah kadaluwarsa, bukan?"

"Saya minta maaf, saya benar-benar saya tidak tahu, saya mengacaukan segalanya, saya minta maaf."

"Bisakah Anda menghentikan ini? Bisakah kita kembali ke waktu di mana semuanya sempurna? Bisakah Anda, bisakah Anda memberi tahu saya, mengapa?"

"Saya tidak tahu, saya kira, saya jatuh cinta."

The reason why i don't believe in forever.

Sabtu, 30 September 2017

imy

“If you’re out there,

if you’re somewhere,

if you’re moving on—I’ve been waiting for you ever since you’ve been gone.”

Selasa, 26 September 2017

Kita Berdua Akan Sembuh

Ketika kamu mulai berbicara—tentang inginmu untuk mengakhiri semuanya,
sebenarnya aku tersenyum untuk menahan air mata.

Aku menarik napas dalam-dalam, ingin mengungkapkan segala yang aku rasa.
Memberitahumu jika aku masih cinta.

Namun apa daya, hanya:
"Tidak apa-apa."
yang mampu keluar dari dada.

Penyesalan terlihat di matamu,
kamu segera pamit dan pergi menjauh.

Tidak apa-apa.
Pada waktunya, kita berdua akan sembuh.



—Tepatnya, kamu dulu yang akan sembuh, saya belakangan.

Minggu, 03 September 2017

Yang Jatuh Satu-satu

Adakah yang lebih membuat perih di hati.
Ketika melihatnya berjalan tanpa pernah menoleh lagi.
Adakah yang lebih menyakitkan.
Ketika dua orang yang pernah saling mempertahankan
menjadi saling melepaskan; perlahan.

Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai sepenuh hati.
Memilih hati yang lain untuk dia singgahi.

Kamu memberiku pilihan;
Berhenti atau membuat jeda sejenak.
Aku tak pernah mempunyai jawaban.
Dan aku memilih menepi, menjauh lalu membuat jarak.

Aku menganggapmu akhir dari pencarian.
Sementara aku buatmu hanyalah
sekadar pelarian.

Dan aku masih di sini
Sendiri.
Mengusap air mataku
Yang jatuh satu-satu.

:)

Kamis, 31 Agustus 2017

—Unknown

If I love you, I won’t give up easily. Leaving is my last option, but if you push me away I will walk away knowing I gave it my all.

5 Reasons Why I Still Want to Smile

i.
you're changed.
the way you talked to me, replied my texts, wasn't the same like the days before. also, you didn't call me again and your texts were getting shorter.

ii.
you never asked me about how's my day, what i was doing, or even a simple, silly questions like you used to.

iii.
you started to be an asshole.
yes. an asshole. why? when i was trying to tell you things, you didn't even listening. ended up like i was talking to a stranger. you didn't want to talk to me. you didn't even look at me.

iv.
i lost your jokes.
you used to be fun. but maybe, something just ruined yourself. you're not funny anymore. i felt like i was boring or something? idk.

v.
i wasn't the one whom you trusted enough.
i should've known it from the start, when i tried to ask you what's wrong with you
or if there's something wrong i did—
you couldn't give me answers.
what i expected was an explaination but you didn't even say me a thing about what was happening that time. i was so angry and disappointed.
when i finally chose to leave you, you didn't do anything. you fucking let me go. you didn't fight for me.

we're just like strangers after that.
you and i—were burning to ashes.
and sadly, after all these months we had been apart, i just realized that you didn't trust me—enough to tell me the problems you had. you're scared if one day you'd hurt me because you also had some things to be fixed. so you let me go. you didn't explain anything because you're scared, what if i couldn't understand? what if i only brought you more suffering?

no. i wouldn't. if only you could tell me the truth. if only you trusted me. maybe we wouldn't have to be like this. maybe we're still together. maybe, now, you're still waiting for me to call you. maybe, now, i'm still talking to you about how's my day.
but i understand if you couldn't trust me,
once i warned you to not easily trust someone, right?
it's funny because it's like i warned you to not trust me too. it's okay.
well, i thought that i was the one for you.
because you were and
still the one for me.
but it's too late.

bye.

—ymm,

Rabu, 30 Agustus 2017

Saya Sekarang

Bahkan sulit sekali menggambarkan betapa buruknya keadaan saya sekarang.

Sendu

Ketika kamu punya luka,
cukup diam
dan jangan tunjukan kepada orang lain.

Phosp

“Sebab, pergimu yang paling jauh adalah ketika kau jatuh cinta pada yang bukan aku.

Entah sudah berapa kali, aku meyakinkan diriku bahwa segala tentang kita menemui jalan buntu.

Namun tetap saja, untuk menganggap segalanya telah berubah menjadi sekadar kenangan saja aku belum mampu.

Darimu aku belajar, tak baik menggantungkan harap pada kesenangan yang berpijar.

Nanti, jika ia yang sekarang bersamamu, menyakitimu.

Utuslah sebagian hatimu padaku.

Dirimu tak pantas didekap pilu, meski itu yang kau lakukan padaku.

Esok, jika kau sudah lelah, pulanglah.

Sebab, hanya dalam dekapmu aku menemukan rumah.”

Sajaksesak

Untukmu, selamat kehilangan cinta paling besar.

Sajak Sesak

Bahkan senja lebih tau caranya pamit meninggalkan hari.

Selasa, 29 Agustus 2017

Ditanya Mengapa

Aku tak perlu menjabarkan banyak alasan untuk bertahan dengamu.  
Pun kelak ditanya mengapa, tak bisa kujawab hanya satu, dua atau beberapa, melainkan segalamu.

Senin, 28 Agustus 2017

2nd


Saya hanya ingin Anda tahu betapa Anda sangat berarti bagi saya, betapa Anda sangat penting bagi saya dan seberapa besar Anda mempengaruhi hidup saya hanya karena keberadaan Anda.

Saya adalah tipe kekasih yang kikuk, karena saya tidak ingin kehilangan Anda dengan cara apapun.

Saya hanya ingin Anda baik-baik saja dalam pelukanku.

Banyak orang telah meninggalkan saya berkali-kali, jadi ketika menyangkut Anda, saya khawatir Anda juga akan meninggalkan saya.

Tapi saya ingin Anda tahu, saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah Anda lakukan untuk saya.

Terima kasih telah mencintaiku, bahkan saat aku penuh dengan kekurangan dan kebiasaan.

Terima kasih telah hadir di sana, kapan pun saya menjadi sedih atau marah.

Terima kasih telah menjadi panggilan terakhir saya pukul 02.00, saat ketakutan dan kecemasan ada di sekitar, namun Anda tetap mengatakan kepada saya 'semuanya akan baik-baik saja'.

Terima kasih untuk setiap hal kecil dan manis yang telah Anda lakukan terhadap saya.

Aku tahu kau tidak cukup romantis, tapi kau tetap melakukannya untukku.

Terima kasih telah menghargai saya setiap hari.

Terima kasih telah tinggal di sisi saya saat saya merasa dunia sedang berbalik melawan saya.

Terima kasih telah menawarkan jaket hangatmu, pelukanmu, dan telapak tanganmu yang hangat.

Terima kasih telah mengatakan "Aku cinta kamu", sehingga saya kehilangan hitungan.

Bahkan setelah Anda pergi, atau saya pergi, atau jika alam semesta ini membuat kita menangis terpisah,
Aku ingin kau tahu, bahwa aku mencintaimu
Dan saya bersyukur bahwa Anda adalah diri Anda sendiri.

Terimakasih telah menjadi dirimu.

ㅡ reichienbach,
Terimakasih sudah ada di dunia yang kejam ini.

Minggu, 27 Agustus 2017

I Still Do

“I can’t give you anything. You deserve better than that.”

I looked down at the floor with teary eyes, whispering softly, “I never wanted you to give me anything. I just wanted you.”


—lovefreeanddiehard,
I still do.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Tanpa Syarat

Aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu tanpa syarat
Tanpa mengharapkan sesuatu yang menjadi sebuah imbalan 🌹

Jumat, 25 Agustus 2017

Ketika Kamu Tidak Bersyukur Memiliki Aku

Aku wanita yang tidak akan menyakitimu,
dan aku juga wanita yang tidak akan meninggalkan mu ketika kamu jatuh.
Ketika kamu miskin.
Ketika semua orang yang kamu sayang dan menyayangimu meninggalkanmu
Ketika kamu susah,
aku siap mengangkat derajat mu.
Tapi, aku akan meninggalkanmu,
ketika kamu tidak bersyukur memiliki aku.

Selasa, 22 Agustus 2017

Siklus

Mereka takut menjadi tua
Rambut putih
Tubuh keriput

Tidak denganku
Yang siap menua
Untuk menemanimu
Menghadapi ketakutan itu

-r

Rabu, 16 Agustus 2017

Sebab

“Tak usah saling menyalahkan.
Kita sama-sama memiliki luka yang menyakitkan.

Tak usah saling menghakimi.
Kita sama-sama bersalah atas hati yang tersakiti.

Tak usah saling memeluk egois.
Kita sama-sama memelihara tangis.

Tak usah saling meninggalkan.
Kita sama-sama tahu, keperihan selalu bertenda pada titik itu.

Kita hanya perlu saling mengingatkan rasa.
Sebab. Kita sama-sama saling mencinta.
Kita sama-sama gila atas luka yang telah diterima. 
Meninggalkan, bukanlah pilihan yang harus didamba angan. Introspeksi dirilah yang harus dijadikan langkah dalam berjalan.”

Rabu, 02 Agustus 2017

Menolak

Agustus, Sda.

Ketika kau sudah bahagia nanti, ingatlah aku pernah memegang tangan mu erat dengan segala debat yang hebat. Untuk menolak sebuah kepergian.

Selasa, 01 Agustus 2017

Aku Juga

"Menurut Anda berapa lama kita akan bertahan?"

Dia bertanya padaku kami sedang duduk berdua, melihat langit malam dipicu saat cahaya bintang disebarkan oleh atmosfer.

Gumamku beberapa saat, mengumpulkan kata-kata untuk menjawab pertanyaannya.

"Masih terlalu dini jika saya menjawab selamanya Kita masih memiliki umur yang panjang untuk pergi dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita di masa depan Siapa tahu saya akan mati mendadak besok, jatuh oleh mobil atau jatuh dari lantai tiga, lebih baik kita pergi dengan arus Kemarin kemarin, hari ini hari ini, besok akan besok. " Aku tahu persis dia menatapku karena aku bisa merasakannya.

"Anda tahu saya sangat mencintai Anda, bukan?" Dia meminta untuk memastikan aku hanya mengangguk dan aku tidak peduli apakah dia bisa melihatnya atau tidak.

Ia langsung memelukku erat-erat.
Mulutnya ada di samping telinga kanan saya dan saya bisa mendengarnya berkata,
"Saya khawatir Anda akan pergi. Tetaplah, jangan pergi."

Aku hanya membelai punggungnya dengan lembut. "Ssst ... Tenang, aku tidak akan pergi dan aku mencintaimu."

Sebenarnya dia bukan satu-satunya orang yang takut berpisah.

Aku juga.

Together at Least

“I guess it's basic instinct
to hate letting people go

You've been here for
a long time, even when
you're not actually here

Maybe I thought the
bigger the mess
the bigger the happiness
when we're
together at least.

[That we could still make it
somehow in the end]”

Selasa, 18 Juli 2017

Hug

[Virtual Hug]

I wish I could
cuddle with you
and inhale your scent,
pressing your body against
mine, instead of sending these
hugging stickers to your chat room.

─casseiraheavenly,
You never replied my hugs, anyway.

Which One

I don’t know which one is worse:
the fact that you might not love me
anymore, or the fact that you might
never have.

Senin, 17 Juli 2017

Banda Neira

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersama mu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersama ku

Selasa, 11 Juli 2017

Reichienbach

Aku ingin pergi di mana ruang dan waktu tak bertepi.

Di mana rindu tak sendiri,
dan air mata tak harus di bawah kanopi.

Aku ingin pergi ke tempat di mana aku bertemu denganmu lagi;

Di mana aku bisa memilikimu sekali lagi,
dan kamu tidak perlu pergi.

ㅡreichienbach,
tentang ruang, waktu, dan kita.

Abstractivia

Kau sendiri tahu bahwa aku terluka saat kau datang, lalu kau bilang akan menyembuhkanku.

Kau sendiri bilang padaku bahwa kau akan mengusir tangisku dan segera menggantinya dengan tawa dari hiburan-hiburan kecil yang kaubuat.

Kau sendiri tahu ketika seluruh hal di dunia menjatuhkanku dan kau bilang akan menarik tanganku.

Juga janjimu akan tetap tinggal di sisiku ketika mereka semua pergi meninggalkanku.

Namun kini,
siapa lagi yang harus kupercaya ketika kau juga melupakan kata-katamu sendiri?



Minggu, 09 Juli 2017

Diam

[Sebulan lalu]

Diam adalah cara membunuh paling baik.
Kau sepertinya mulai menggunakan senjata itu untuk menghabisiku.
Kau tidak peduli dirimu dan tidak peduli apapun yang terasa di dadaku.
Kau kecewa, katamu.
Tak ada yang bisa memulihkan itu.
Kau tidak tahu, aku bahkan lebih suka kau ajak berdebat, kau marahi, meski akhirnya kau pergi juga.
Daripada kau diam dan hilang tanpa aku paham apa yang sebenarnya terjadi di antara kita.

Selasa, 04 Juli 2017

Phosphenous

“Setelah kamu pergi, semua tidak sama lagi.

Saya tetap menjalani rutinitas dengan berusaha biasa saja,
Berusaha mengabaikan kenangan tentangmu yang muncul sesukanya,

Tidak, saya tidak kehilangan kendali,
Tapi tetap ada yang berbeda setelah kamu tinggal saya sendiri

Kisah cinta denganmu memang tidak sempurna,
percayalah,
melupakanmu adalah hal sukar luar biasa.

Setengah dari perpisahan adalah berharap akan rekonsiliasi hubungan.
Kamu, saya, dan kesempatan kedua.

Setengah perpisahan yang lainnya adalah berpura-pura telah lupa.
Berpura-pura sudah bahagia.
Hal itu menguras banyak tenaga.

Akan tiba saat dimana saya sudah tidak terlalu mengharapkan pulangmu,
sampai sekarang saya masih berdoa agar waktu itu lekas datang.

Setelah kehilanganmu,
Saya tidak tahu harus berbuat apa.

Menyibukan diri,
membuat raga lelah sebisanya.
Hingga tengah malam dan sepi merayapi,
dan saya hancur ditikam sesal seketika.

Sekali lagi.”

Jumat, 23 Juni 2017

Tak Terganti

Bukan tentang menjadi yang terbaik,
untuk menjadi yang tak terganti.
Namun tentang menjadi yang tak terganti,
meski bukan yang terbaik.

—23Juni2017

Senin, 19 Juni 2017

Hanya Karena Bosan?

“Hanya karena bosan?

Kamu meninggalkanku?

Bosan itu manusiawi.

Bosan itu wajar.

Bosan itu bukan alasan untuk berpisah.

Jika 'sayang' pasti akan tetap dijalani.

Dan memilih untuk mempertahankan.

Hanya karena bosan?

Alasanmu jadi bermacam-macam?

Menimbulkan beberapa alasan seperti; kamu merasa sudah tidak cocok denganku, kamu merasa sudah tidak nyaman lagi, kamu merasa hubungan ini sudah tidak menyenangkan lagi, kamu merasa hubungan ini tidak perlu dipertahankan lagi, dan alasan yang lainnya.

Ingat, itu cuma ilusi yang diciptakan oleh rasa bosan.

Jangan terjebak ilusi.

Kelak yang kamu bosankan itu malah membuat kamu rindu.

Karena rasa bosan itu hanya untuk sementara.

Dengan rasa bosan kamu mudah melihat kekuranganku,

Dan mungkin kekuranganku itu juga menjadi sebuah alasan untuk kamu pergi.

Iyakah?

“Rasa bosan itu adalah ujian terbesar orang yang saling mencintai.”

“Bisa kamu taklukan atau kamu turuti?”

Jika katamu masih menyayangiku,

Mengapa hanya dengan rasa bosan kamu pergi?

Mengapa harus berpisah?

Mengapa kamu tidak bisa menaklukan rasa bosan?

Mengapa tidak mencoba menciptakan suasana yang baru?

Seperti sama halnya ketika kamu mempunyai rumput yang hanya 'begitu-begitu' saja dihalaman depan rumahmu, siram dan rawatlah lebih baik lagi, berusahalah membuatnya lebih elok lagi dari sebelumnya. Bukannya malah mencabut rumput-rumput itu dan diganti oleh paving.”

— Milea

Minggu, 18 Juni 2017

Aku Hanya Ingin

Aku hanya ingin menenangkan hati. Ku pikir dengan menjauh hatiku bisa kembali utuh.

Aku hanya ingin mengembalikan tawa. Ku pikir dengan menepi hatiku tak lagi sepi.

Aku hanya ingin melepas asa. Ku pikir dengan mengembara hatiku terbabas dari luka.

Aku hanya ingin mencoba menjadi orang lain. Ku pikir dengan tanpa diri sendiri aku bisa tak jatuh hati.

Aku hanya ingin melupa luka. Ku pikir dengan berpura-pura aku bisa terlihat bahagia.

Aku hanya ingin mengikat yang patah.

Aku hanya ingin jatuh cinta tanpa perlu kau jatuhkan.

Jumat, 16 Juni 2017

Kutanya

"Kamu pernah nangis ?", kutanya.

"Waktu bayi, pengen minum".

"Bukan ih! Pas udah besar. Pernah nangis?".

"Kamu tahu caranya supaya aku nangis?", katanya.

"Gimana?".

"Gampang".

"Iya gimana?".

"Menghilanglah dari bumi".

Aku Baik-baik Saja

Tidak ada orang yang baik-baik saja ketika ditinggal orang yang di sayang.

"aku baik-baik saja."


—ego ku yang menjawab. Rupa nya ia tidak ingin terlihat lemah.

Selasa, 13 Juni 2017

Dan Aku Benci Kalimat Ini

Biar kudekap segala keresahanku
Biar kutenangkan segala perasaan yang menggebu
Biar kubungkam segala curahku
Jangan pedulikan aku
Kau tetaplah harus bahagia disana meskipun tidak harus bersamaku

Dan aku benci kalimat ini

Minggu, 11 Juni 2017

Tidak Suka Padamu

Saat seseorang sudah tidak suka padamu.
Maka, dengan segenap jiwa dia akan mencari-cari kesalahanmu, keburukanmu, lupa akan kebaikanmu.
Percuma menjelaskan sedetail kebenaranmu.
Seberapapun jujurmu.
Yang tidak mempercayaimu hanya tau era dustamu.

Dan selamat menikmati.

Sabtu, 10 Juni 2017

Lezat ?

Ingin bermain denganku ?
Tukarlah posisimu denganku
Tak perlu lama
Semenit saja

Biar aku mengerti rasanya dan caranya acuh
Apa hebatnya dan seperti apa bahagianya

Coba kau rasakan jadi aku
Yang benar-benar mencintaimu
Yang benar-benar menyayangimu
Yang sunguh mengkhawatirkanmu
Sakitnya
Lukanya
Dan terpaksa diamnya
Di hempaskan acuhmu, egomu dan tidak pedulimu

Rasakan sepenuh hati
Enak?
Lezat?
Nyaman?
Apa dadamu sesak?
Mampukah kau bertahan?
Apa yang akan kau pilih bila jadi aku
Akan diam, bertahan dan terus tersenyum seperti aku selama ini
Atau kau akan segera menyerah, tak terima dan memilih pergi ?

Kau tau, ada tertawa bahagia
Dan aku, tertawa untuk bahagia

Bila kau jadi aku, bisakah tertawa seperti aku?

Memilih Diam Tersenyum

Sebaik-baiknya kesabaran adalah saat engkau lebih memilih diam,
padahal emosimu sedang meronta dan ingin di dengarkan.

Dan sebaik-baiknya kekuatan adalah ketika engkau lebih memilih tersenyum,
padahal ada air mata yang sejak tadi tak mau dibendung.

Tentu saja aku pada zona memilih diam tersenyum

:)

Jumat, 09 Juni 2017

Menarilah

Ketika berhenti di sini ia mengerti ada yang telah musnah.
Beberapa patah kata yang segera dijemput angin begitu diucapkan,
dan tidak sampai ke siapa pun.

Menarilah
Taruh anggunmu diujung jemari
Hisap aroma sedih yang bodoh
Hembuskan di gerak berikutnya
Ritme jantung ialah musik terbaik

Menarilah
Ikuti jejak waktu yang gila
Kau buka mata
Lalu menangis
Tersenyum
Bahagia
Terus menari, cerita hampir tamat.

Rabu, 07 Juni 2017

Bahwa Kau Masih Ada

Kamis, Juni 06, 2017

Mungkin ini tidak penting bagimu. Bagian yang mungkin membuatmu bosan. Sebab, perasaanmu tak sama dengan apa yang aku rasakan. Percakapan-percakapan tak jelas itu, mungkin hal yang tidak terlalu berarti bagimu. Juga chat dan pesan singkat yang lebih sering kau balas dengan satu dua kata saja. Dan kadang, kau begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan satu kata, “Ya”. Namun semua itu menjadi penting bagiku. Aku hanya ingin tahu, bahwa kau masih ada.

Mengetahui kabarmu dan memastikan kau baik-baik saja. Adalah salah satu cara yang membuatku tetap bahagia. Ini bukan perkara tetap bersamamu. Bukan juga perihal memilikimu. Lebih dari itu, ini tentang perasaan yang masih sama, perasaan yang hanya kepadamu saja. Hal yang tidak bisa kurasakan kepada yang lain. Tentang hati yang hanya ingin menaruh segala tentangmu di sana. Tentang ingatan yang tak pernah bersedia melepaskanmu terlalu lama.

Kau bisa mengelak, juga bisa menolak sesukamu. Tidak ada yang salah dengan apa yang kau lakukan. Kau bisa memilih dan melakukan apa pun yang kau mau. Tidak ada yang bisa memaksakan memang. Aku juga tidak ingin memaksakan apa-apa. Bahkan jika kau menjauh sekali pun, aku tidak bisa menahanmu. Aku juga tidak akan memohon agar kau tetap tinggal di sini. Namun, perasaan yang tumbuh dan terus bertambah bukan hal yang bisa kuperbuat semauku. Perasaan itu tetap saja ada, meski berkali-kali aku pun mencoba mengusirnya.

Barangkali, itulah salah satu sebab kenapa ada orang yang bertahan bertahun-tahun. Kenapa ada orang yang betah meski tak lagi dibutuhkan. Kenapa ada orang bersikeras meski hatinya berkali-kali dihancurkan. Kenapa ada orang tetap ingin menetap meski tak lagi ditatap. Sebab, terkadang cinta lebih kuat dari apa pun. Ia bertahan dan tak pernah mau pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada bahkan pada seseorang yang menganggapnya tiada.

Jumat, 02 Juni 2017

02:49

Jika kamu tak bahagaia denganku, ajarkan aku memeluk diriku sendiri.

Agar aku tetap paham aera bahagia,
meski kamu memilih tiada.

Kamu memilih berhenti.

Kamu memilih mengakhiri.

Tak cukup kokoh, ku mudah tumbang.

Dan aku sudah tamat.(lagi).

Sebut Saja Aku Bodoh

Apa kamu mengerti mengapa dalam hal mencintaimu aku tidak pernah berlebihan? Sebab, nanti —ntah kapan— kamu bisa dengan mudah pergi meninggalkan, dan membiarkan aku ditinggal sendirian. Mengubur semua rasa yang aku miliki, hingga mati. Itulah alasan mengapa aku lebih suka mencintai kamu sederhana, bukan karena kamu tidak istimewa. Bukan.

Tapi memang semua ini lebih baik sekedarnya, namun tetap selalu terjaga dan selalu ada cara agar tetap bersama. Cobalah lebih mempercayai, bahwa aku tidak akan pernah pergi. Justru aku yang selalu berharap kamu selalu ada disini.”

Sebut saja aku, bodoh. Karna walau ditinggalkan juga diabaikan. Aku tetap berdoa agar kamu kembali.

Lebih nya aku tidak pernah menyesal pernah mencintaimu, hanya saja terkadang aku menyesal tidak cukup hebat mendampingimu, tidak cukup baik untuk kamu pilih sebagai seseorang yang mampu menemanimu memperbaiki hidup.

Minggu, 28 Mei 2017

01:24

Aku bilang "aku tak pandai berenang". Lalu ia berkata, "untuk menyelami sesuatu kau tak harus pandai berenang, kau hanya perlu tau cara untuk naik kembali ke permukaan".

Seraya dialog lalu.

Selasa, 28 Februari 2017

Hampir 2 Tahun

[Untuk Kamu Yang Sedang Berdamai Dengan Kenyataan]

Aku pernah mencinta, terlalu cinta. Bahkan sampai akhirnya aku dijatuhkan tanpa diberi celah untuk melawan.

Pada akhirnya kamu juga pasti bisa sepertiku. Merelakan yang sebelumnya milik kamu lalu merelakan ia pergi tanpa suara. Ceritamu mengingatkanku tentang pengalamanku berjuang untuk lepas dari jeratan masa lalu.

Menjalin kasih selama hampir 2 tahun, kami adalah pasangan yang selalu dalam keadaan baik-baik saja; selalu mengerti satu sama lainnya dan selalu bersikap dewasa menghadapi segala rintangan dalam sebuah hubungan.

Dia laki-laki yang selalu mengerti keadaan saya, itu sebabnya ia selalu menjadi andalan saya ketika saya dilukai oleh dunia. Saya tidak suka diceramahi, namun ia memiliki cara tersendiri untuk menjaga diri saya.

Kamu tahu apa yang terjadi ketika ia perlahan pergi? Ia seperti membunuhku perlahan; mula-mula ia memutuskan segala komunikasi, lalu kemudian mulai bersikap tak acuh kepada saya, dan pada akhirnya pergi meninggalkan saya.

Menulislah saja walau kata mereka tulisanmu cengeng. Bernyanyilah saja walau kata mereka suaramu serak akibat sering menangis. Karena mereka tak pernah tahu bagaimana kehilangan seseorang yang selalu diandalkan.

Untuk kamu yang sedang berusaha ikhlas. Percayalah di luar sana ada laki-laki yang akan selalu menjagamu, dan saat ini ia sedang menantimu. Menanti kamu sembuh dari rasa sakitmu.

Selasa, 21 Februari 2017

Bersujudlah

Asa tak lagi beriak riuh
Bersujudlah
Sementara masih ada peluang
Karena ada berjuta manusia di dalam kubur yang ingin kembali dihidupkan
Supaya dapat bersujud kepada Allah


*

Minggu, 22 Januari 2017

Ketika malam mengambil alih.
Biarkan malam menjalankan bagiannya.
Kau sudah menjalankan bagianmu.
Beristirahatlah, kopimu menunggumu untuk diseduh.

Ada banyak hal usai seduhanmu di dalam hidup ini yang bisa memberi arti lebih dalam harimu, membangunkan indera, menenangkan jiwa, menyunggingkan senyum. Seandainya kau cukup peka untuk melihatnya.

-

Sabtu, 21 Januari 2017

08:22

Bahkan aku belum sempat berpamitan.

Ada saatnya

Ada saatnya yang tega pergi diantara perasaan tak ingin dilepaskan, akan tetap pergi.
Ada saatnya yang kamu percayai sejuta kali akhirnya mengingkari janji.
Ada saatnya ketika semua hal tentangnya berlalu tetap saja kamu tangisi.

Kamu tetap disitu,
Kamu tetap menunggu,
Kamu tetap tak mampu merubah apapun hatimu.
Kenyataan menapar pada setiap ketiadaan,
dalam gelisah bergantung tanya kamu terus dilanda harap tanpa kehadiran.

Akhirnya kamu sia-sia,
Akhirnya kecewa kian terasa nyata.
Lalu kamu sadar, lantas membencinya,
Lalu kamu mulai tak lagi mengingatnya
Padahal kamu tak bisa.
Setiap berada dalam aktivitasnya
Kamu tetap melihatnya,
dan kamu masih menatapnya dengan sama.

Lalu mengapa, kamu biarkan perasaan semakin berada pada jurang kehancuran.
Entah darimana arahnya anak panah meluncur deras menempatkan sebuah luka.

Lagi-lagi kamu rapuh,
lagi-lagi kamu terjatuh.
Dia tetap menjauh,
Dia sudah tidak mau tahu.

Kamu menangis sejadi jadinya
Kamu tak mampu lagi menahan kecewa.
Perasaan kamu tumpahkan dengan airmata.
Untuk setiap hal apapun darinya kamu tetap lemah.

Sadarlah, sekuat apapun kamu mengingatnya, hatinya sudah tak lagi bisa bersama.
Hargailah perasaanmu sendiri.
Kadang luka yang sembuh hanya perlu waktu. Istirahatkan saja hatimu dari segala macam pikiran. Agar tak ada lagi kecewa yang datang lalu menempatkan mu dalam kesendirian.

Kamis, 19 Januari 2017

sayu

Wahai angin.
Pegang tanganku dan gapai sekujur anganku.
Supaya angkuh itu binasa dan lesu, lalu kita meniti langit senja yang sayu.



20:37