Jumat, 14 September 2018

Aku yang Bagaimana

Berapa?
Berapa banyak aku dalam kepalamu?
Berapa kali aku terlintas didalamnya dalam satu hari?
Aku yang seperti apa?
Aku yang bagaimana yang membuatmu tak akan pernah kemana-mana?
Aku yang anak mamah,
Atau aku yang kerjanya tak pernah diam dirumah?
Aku yang bagaimana?
Aku yang malu-malu,
Atau aku terang-terangan dihadapanmu?
Sebut saja aku harus apa
Aku yang tak pasang apapun di wajah,
atau aku yang penuh dengan merah-merah?
Katakan aku harus bagaimana
hingga ada banyak aku dalam kepalamu.
Katakan aku yang seperti apa
agar tak pernah sedikitpun kau lupa tentang aku.
Aku bisa penuh romansa
atau penuh canda tawa.
Aku bisa bergerak dengan bebas
atau hanya diam terbatas.
Aku bisa sedingin fajar
atau sepanas surya.
Aku bisa menjadi kuda yang cepat
atau menjadi siput yang lambat.

Katakan, aku yang bagaimana agar kau tak pernah pergi kemana-mana?

02:02

Mari menjadi asing kembali.

Tak usah ada obrolan-obrolan hingga tengah malam atau sampai pagi menjelang. Tak usah bertanya bagaimana hari ini aku lalui. Dan aku juga akan melakukan hal serupa.

Mari menjadi asing kembali.

Tak usah melibatkan hati dan perasaan yang berlebihan. Tak usah punya rasa cemburu yang tak bertuan.
Tak usah berkata rindu, sayang, nyaman dan semacamnya.

Mari menjadi asing kembali.

Tak usah mengingat apa-apa saja yang melekat dalam ingatan : Sepiring nasi goreng di warung tenda, sobekan karcis menonton bioskop berdua, segelas teh manis dengan sedotan yang bergantian, jas hujan yang kau kenakan padaku saat kehujanan.
Dan masih banyak yang lainnya yang sedang berusaha aku musnahkan.

Mari menjadi asing kembali.

Memang tak ada melupakan kenangan dengan mudah, percayalah.
Aku hanya tak perlu melelahkan diri untuk mempertahankanmu. Tunggu saja harinya, saat itu akan tiba.
Hari dimana saat kau melintas, tak ada lagi luka yang masih membekas.

Mari menjadi asing kembali.

Mungkin batas rasaku hanya menjadi masa lalu, bukan selamanya memilikimu.

Rabu, 05 September 2018

Aku Mengenalmu

Aku mengenal orang-orang yang memajang nama kekasihnya di semua media sosial miliknya, seolah terlihat bangga dan bahagia. Padahal tanpa seorangpun tahu, hati dan cintanya bukan sepenuhnya milik nama yang dipajangnya.

Aku juga mengenal orang-orang yang tidak pernah menyebutkan nama kekasihnya, seolah sedang sendiri dan tidak berhubungan dengan siapa-siapa. Padahal setianya luar biasa, tidak pernah mencari dan menggoda yang lain meskipun tidak ada yang tahu dia sudah punya.

Aku mengenal orang-orang yang memendam rasa cintanya, seolah hanya teman biasa, takut bila mengungkapkan lantas pertemanan tidak bisa seperti semula. Padahal perhatiannya luar biasa, tidak mempermasalahkan tidak bersama, asal selalu bisa melihat kecintaannya tetap bahagia.

Aku juga mengenal orang-orang yang saling mencinta tetapi tidak bisa bersama, seolah mereka sudah jauh-jauh membuang rasa, seolah satu sama lain sudah kembali biasa. Padahal dalam hati mereka ingin sekali punya kesempatan kedua, namun sayangnya terlalu banyak hati lain yang harus dijaga.

Hubungan romansa memang berupa-rupa, tidak pernah ada yang tahu dalamnya hati manusia. Tidak bisa diukur mana yang lebih menderita, mana yang lebih cocok meninggalkan siapa, mana yang sebenarnya untuk selamanya atau hanya sementara.

Rumit

[Perihal Jatuh Cinta]

Pertama, jangan pernah mencoba jatuh cinta dengan seseorang yang masih meninggalkan hati dan pikiran mereka pada masa lalunya.
Kamu hanya merasakan hadirnya yang selalu ada untukmu ditiap harimu, tapi kamu tak'kan pernah merasakan ketulusan dari hatinya ketika berada didekatmu.
Maka jangan sekali-sekali jatuh cinta dengan seseorang seperti itu.

Kedua, jangan pernah mencoba jatuh cinta dengan seseorang yang baru patah hatinya.
Hatinya masih rentan, jangan pula sesekali kamu datang dengan tawaran mau mengobatinya diwaktu yang tidak tepat. Karena sangat sulit meyakinkan seseorang yang baru patah hatinya bahwa kamu bisa menyusun kembali kepingan-kepingan hatinya yang hilang.
Maka jangan sekali-sekali jatuh cinta dengan seseorang seperti itu.

Ketiga, jangan pernah mencoba jatuh cinta dengan seseorang yang tak memiliki perasaan yang sama denganmu. Apalagi ketika kamu memaksanya untuk mencintaimu dan harus memiliki perasaan yang sama sepertimu. Tapi jika kau beruntung, ia akan luluh dan belajar tulus mencintaimu, namun  jika tidak beruntung, maka kamu hanya dicintai dengan rasa kasihannya saja.
Maka jangan sekali-sekali jatuh cinta dengan seseorang seperti itu.