Jumat, 23 Juni 2017

Tak Terganti

Bukan tentang menjadi yang terbaik,
untuk menjadi yang tak terganti.
Namun tentang menjadi yang tak terganti,
meski bukan yang terbaik.

—23Juni2017

Senin, 19 Juni 2017

Hanya Karena Bosan?

“Hanya karena bosan?

Kamu meninggalkanku?

Bosan itu manusiawi.

Bosan itu wajar.

Bosan itu bukan alasan untuk berpisah.

Jika 'sayang' pasti akan tetap dijalani.

Dan memilih untuk mempertahankan.

Hanya karena bosan?

Alasanmu jadi bermacam-macam?

Menimbulkan beberapa alasan seperti; kamu merasa sudah tidak cocok denganku, kamu merasa sudah tidak nyaman lagi, kamu merasa hubungan ini sudah tidak menyenangkan lagi, kamu merasa hubungan ini tidak perlu dipertahankan lagi, dan alasan yang lainnya.

Ingat, itu cuma ilusi yang diciptakan oleh rasa bosan.

Jangan terjebak ilusi.

Kelak yang kamu bosankan itu malah membuat kamu rindu.

Karena rasa bosan itu hanya untuk sementara.

Dengan rasa bosan kamu mudah melihat kekuranganku,

Dan mungkin kekuranganku itu juga menjadi sebuah alasan untuk kamu pergi.

Iyakah?

“Rasa bosan itu adalah ujian terbesar orang yang saling mencintai.”

“Bisa kamu taklukan atau kamu turuti?”

Jika katamu masih menyayangiku,

Mengapa hanya dengan rasa bosan kamu pergi?

Mengapa harus berpisah?

Mengapa kamu tidak bisa menaklukan rasa bosan?

Mengapa tidak mencoba menciptakan suasana yang baru?

Seperti sama halnya ketika kamu mempunyai rumput yang hanya 'begitu-begitu' saja dihalaman depan rumahmu, siram dan rawatlah lebih baik lagi, berusahalah membuatnya lebih elok lagi dari sebelumnya. Bukannya malah mencabut rumput-rumput itu dan diganti oleh paving.”

— Milea

Minggu, 18 Juni 2017

Aku Hanya Ingin

Aku hanya ingin menenangkan hati. Ku pikir dengan menjauh hatiku bisa kembali utuh.

Aku hanya ingin mengembalikan tawa. Ku pikir dengan menepi hatiku tak lagi sepi.

Aku hanya ingin melepas asa. Ku pikir dengan mengembara hatiku terbabas dari luka.

Aku hanya ingin mencoba menjadi orang lain. Ku pikir dengan tanpa diri sendiri aku bisa tak jatuh hati.

Aku hanya ingin melupa luka. Ku pikir dengan berpura-pura aku bisa terlihat bahagia.

Aku hanya ingin mengikat yang patah.

Aku hanya ingin jatuh cinta tanpa perlu kau jatuhkan.

Jumat, 16 Juni 2017

Kutanya

"Kamu pernah nangis ?", kutanya.

"Waktu bayi, pengen minum".

"Bukan ih! Pas udah besar. Pernah nangis?".

"Kamu tahu caranya supaya aku nangis?", katanya.

"Gimana?".

"Gampang".

"Iya gimana?".

"Menghilanglah dari bumi".

Aku Baik-baik Saja

Tidak ada orang yang baik-baik saja ketika ditinggal orang yang di sayang.

"aku baik-baik saja."


—ego ku yang menjawab. Rupa nya ia tidak ingin terlihat lemah.

Selasa, 13 Juni 2017

Dan Aku Benci Kalimat Ini

Biar kudekap segala keresahanku
Biar kutenangkan segala perasaan yang menggebu
Biar kubungkam segala curahku
Jangan pedulikan aku
Kau tetaplah harus bahagia disana meskipun tidak harus bersamaku

Dan aku benci kalimat ini

Minggu, 11 Juni 2017

Tidak Suka Padamu

Saat seseorang sudah tidak suka padamu.
Maka, dengan segenap jiwa dia akan mencari-cari kesalahanmu, keburukanmu, lupa akan kebaikanmu.
Percuma menjelaskan sedetail kebenaranmu.
Seberapapun jujurmu.
Yang tidak mempercayaimu hanya tau era dustamu.

Dan selamat menikmati.

Sabtu, 10 Juni 2017

Lezat ?

Ingin bermain denganku ?
Tukarlah posisimu denganku
Tak perlu lama
Semenit saja

Biar aku mengerti rasanya dan caranya acuh
Apa hebatnya dan seperti apa bahagianya

Coba kau rasakan jadi aku
Yang benar-benar mencintaimu
Yang benar-benar menyayangimu
Yang sunguh mengkhawatirkanmu
Sakitnya
Lukanya
Dan terpaksa diamnya
Di hempaskan acuhmu, egomu dan tidak pedulimu

Rasakan sepenuh hati
Enak?
Lezat?
Nyaman?
Apa dadamu sesak?
Mampukah kau bertahan?
Apa yang akan kau pilih bila jadi aku
Akan diam, bertahan dan terus tersenyum seperti aku selama ini
Atau kau akan segera menyerah, tak terima dan memilih pergi ?

Kau tau, ada tertawa bahagia
Dan aku, tertawa untuk bahagia

Bila kau jadi aku, bisakah tertawa seperti aku?

Memilih Diam Tersenyum

Sebaik-baiknya kesabaran adalah saat engkau lebih memilih diam,
padahal emosimu sedang meronta dan ingin di dengarkan.

Dan sebaik-baiknya kekuatan adalah ketika engkau lebih memilih tersenyum,
padahal ada air mata yang sejak tadi tak mau dibendung.

Tentu saja aku pada zona memilih diam tersenyum

:)

Jumat, 09 Juni 2017

Menarilah

Ketika berhenti di sini ia mengerti ada yang telah musnah.
Beberapa patah kata yang segera dijemput angin begitu diucapkan,
dan tidak sampai ke siapa pun.

Menarilah
Taruh anggunmu diujung jemari
Hisap aroma sedih yang bodoh
Hembuskan di gerak berikutnya
Ritme jantung ialah musik terbaik

Menarilah
Ikuti jejak waktu yang gila
Kau buka mata
Lalu menangis
Tersenyum
Bahagia
Terus menari, cerita hampir tamat.

Rabu, 07 Juni 2017

Bahwa Kau Masih Ada

Kamis, Juni 06, 2017

Mungkin ini tidak penting bagimu. Bagian yang mungkin membuatmu bosan. Sebab, perasaanmu tak sama dengan apa yang aku rasakan. Percakapan-percakapan tak jelas itu, mungkin hal yang tidak terlalu berarti bagimu. Juga chat dan pesan singkat yang lebih sering kau balas dengan satu dua kata saja. Dan kadang, kau begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan satu kata, “Ya”. Namun semua itu menjadi penting bagiku. Aku hanya ingin tahu, bahwa kau masih ada.

Mengetahui kabarmu dan memastikan kau baik-baik saja. Adalah salah satu cara yang membuatku tetap bahagia. Ini bukan perkara tetap bersamamu. Bukan juga perihal memilikimu. Lebih dari itu, ini tentang perasaan yang masih sama, perasaan yang hanya kepadamu saja. Hal yang tidak bisa kurasakan kepada yang lain. Tentang hati yang hanya ingin menaruh segala tentangmu di sana. Tentang ingatan yang tak pernah bersedia melepaskanmu terlalu lama.

Kau bisa mengelak, juga bisa menolak sesukamu. Tidak ada yang salah dengan apa yang kau lakukan. Kau bisa memilih dan melakukan apa pun yang kau mau. Tidak ada yang bisa memaksakan memang. Aku juga tidak ingin memaksakan apa-apa. Bahkan jika kau menjauh sekali pun, aku tidak bisa menahanmu. Aku juga tidak akan memohon agar kau tetap tinggal di sini. Namun, perasaan yang tumbuh dan terus bertambah bukan hal yang bisa kuperbuat semauku. Perasaan itu tetap saja ada, meski berkali-kali aku pun mencoba mengusirnya.

Barangkali, itulah salah satu sebab kenapa ada orang yang bertahan bertahun-tahun. Kenapa ada orang yang betah meski tak lagi dibutuhkan. Kenapa ada orang bersikeras meski hatinya berkali-kali dihancurkan. Kenapa ada orang tetap ingin menetap meski tak lagi ditatap. Sebab, terkadang cinta lebih kuat dari apa pun. Ia bertahan dan tak pernah mau pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada bahkan pada seseorang yang menganggapnya tiada.

Jumat, 02 Juni 2017

02:49

Jika kamu tak bahagaia denganku, ajarkan aku memeluk diriku sendiri.

Agar aku tetap paham aera bahagia,
meski kamu memilih tiada.

Kamu memilih berhenti.

Kamu memilih mengakhiri.

Tak cukup kokoh, ku mudah tumbang.

Dan aku sudah tamat.(lagi).

Sebut Saja Aku Bodoh

Apa kamu mengerti mengapa dalam hal mencintaimu aku tidak pernah berlebihan? Sebab, nanti —ntah kapan— kamu bisa dengan mudah pergi meninggalkan, dan membiarkan aku ditinggal sendirian. Mengubur semua rasa yang aku miliki, hingga mati. Itulah alasan mengapa aku lebih suka mencintai kamu sederhana, bukan karena kamu tidak istimewa. Bukan.

Tapi memang semua ini lebih baik sekedarnya, namun tetap selalu terjaga dan selalu ada cara agar tetap bersama. Cobalah lebih mempercayai, bahwa aku tidak akan pernah pergi. Justru aku yang selalu berharap kamu selalu ada disini.”

Sebut saja aku, bodoh. Karna walau ditinggalkan juga diabaikan. Aku tetap berdoa agar kamu kembali.

Lebih nya aku tidak pernah menyesal pernah mencintaimu, hanya saja terkadang aku menyesal tidak cukup hebat mendampingimu, tidak cukup baik untuk kamu pilih sebagai seseorang yang mampu menemanimu memperbaiki hidup.