Ada saatnya yang tega pergi diantara perasaan tak ingin dilepaskan, akan tetap pergi.
Ada saatnya yang kamu percayai sejuta kali akhirnya mengingkari janji.
Ada saatnya ketika semua hal tentangnya berlalu tetap saja kamu tangisi.
Kamu tetap disitu,
Kamu tetap menunggu,
Kamu tetap tak mampu merubah apapun hatimu.
Kenyataan menapar pada setiap ketiadaan,
dalam gelisah bergantung tanya kamu terus dilanda harap tanpa kehadiran.
Akhirnya kamu sia-sia,
Akhirnya kecewa kian terasa nyata.
Lalu kamu sadar, lantas membencinya,
Lalu kamu mulai tak lagi mengingatnya
Padahal kamu tak bisa.
Setiap berada dalam aktivitasnya
Kamu tetap melihatnya,
dan kamu masih menatapnya dengan sama.
Lalu mengapa, kamu biarkan perasaan semakin berada pada jurang kehancuran.
Entah darimana arahnya anak panah meluncur deras menempatkan sebuah luka.
Lagi-lagi kamu rapuh,
lagi-lagi kamu terjatuh.
Dia tetap menjauh,
Dia sudah tidak mau tahu.
Kamu menangis sejadi jadinya
Kamu tak mampu lagi menahan kecewa.
Perasaan kamu tumpahkan dengan airmata.
Untuk setiap hal apapun darinya kamu tetap lemah.
Sadarlah, sekuat apapun kamu mengingatnya, hatinya sudah tak lagi bisa bersama.
Hargailah perasaanmu sendiri.
Kadang luka yang sembuh hanya perlu waktu. Istirahatkan saja hatimu dari segala macam pikiran. Agar tak ada lagi kecewa yang datang lalu menempatkan mu dalam kesendirian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar