Jumat, 09 Juni 2017

Menarilah

Ketika berhenti di sini ia mengerti ada yang telah musnah.
Beberapa patah kata yang segera dijemput angin begitu diucapkan,
dan tidak sampai ke siapa pun.

Menarilah
Taruh anggunmu diujung jemari
Hisap aroma sedih yang bodoh
Hembuskan di gerak berikutnya
Ritme jantung ialah musik terbaik

Menarilah
Ikuti jejak waktu yang gila
Kau buka mata
Lalu menangis
Tersenyum
Bahagia
Terus menari, cerita hampir tamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar