Jumat, 24 November 2017

Kalau Sekarang Kamu Di Sini

Bagian tulisan ini dibuat saat aku berdiri di eskalator. Dengan barang belanjaan dalam kantong-katong plastik pada troli, siku tanganku pada pegangan kendali, dan jempolku menekan tombol huruf ke sana ke mari.

Dari segala barang yang dijajakan pada toko di kanan kiri, belum ada yang mampu mencuri perhatianku, menuliskanmu tetap menjadi hal yang lebih seru.

Kalau sekarang kamu di sini, mungkin aku tidak memakai troli. Kita akan berbagi kantong belanja, membawanya sambil berceloteh ria. Mungkin sebelah tanganku akan menggandengmu atau bisa saja tangan kita begitu dekat tetapi malu-malu.

Saat menuliskan kalimat ini, sebetulnya aku berniat menyimpan ponselku dalam saku. Sebab daritadi menuliskanmu membuatku tersipu. Jatuh cinta itu ternyata lebih menghantui jika dibanding dengan ibu kos yang sedang menagih. Gagasan tentangmu muncul dalam berbagai hal, gagasan tentangmu tak berkesudahan.

Ngomong-ngomong, aku sudah sampai parkiran. Troli sedang aku susun dalam barisan. Satu kantong belanjaku aku impit dengan tangan dan dada, agar tangan kiriku bebas menuliskan cerita tentangmu.

Barusan aku melihat seorang petugas keamanan, dia membantuku menyebrang jalan. Mungkin jika kamu di sini, kamu akan menarik tanganku agar berjalan lebih cepat lagi seraya berbisikn

"Ayo, ayo, hati-hati."

Kamu manis sekali.
Imajinasi tentangmu tak kunjung pergi meski sekarang aku sedang menata barang dalam tas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar