“Sebab, pergimu yang paling jauh adalah ketika kau jatuh cinta pada yang bukan aku.
Entah sudah berapa kali, aku meyakinkan diriku bahwa segala tentang kita menemui jalan buntu.
Namun tetap saja, untuk menganggap segalanya telah berubah menjadi sekadar kenangan saja aku belum mampu.
Darimu aku belajar, tak baik menggantungkan harap pada kesenangan yang berpijar.
Nanti, jika ia yang sekarang bersamamu, menyakitimu.
Utuslah sebagian hatimu padaku.
Dirimu tak pantas didekap pilu, meski itu yang kau lakukan padaku.
Esok, jika kau sudah lelah, pulanglah.
Sebab, hanya dalam dekapmu aku menemukan rumah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar