“Tak usah saling menyalahkan.
Kita sama-sama memiliki luka yang menyakitkan.
Tak usah saling menghakimi.
Kita sama-sama bersalah atas hati yang tersakiti.
Tak usah saling memeluk egois.
Kita sama-sama memelihara tangis.
Tak usah saling meninggalkan.
Kita sama-sama tahu, keperihan selalu bertenda pada titik itu.
Kita hanya perlu saling mengingatkan rasa.
Sebab. Kita sama-sama saling mencinta.
Kita sama-sama gila atas luka yang telah diterima.
Meninggalkan, bukanlah pilihan yang harus didamba angan. Introspeksi dirilah yang harus dijadikan langkah dalam berjalan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar