Rabu, 16 Agustus 2017

Sebab

“Tak usah saling menyalahkan.
Kita sama-sama memiliki luka yang menyakitkan.

Tak usah saling menghakimi.
Kita sama-sama bersalah atas hati yang tersakiti.

Tak usah saling memeluk egois.
Kita sama-sama memelihara tangis.

Tak usah saling meninggalkan.
Kita sama-sama tahu, keperihan selalu bertenda pada titik itu.

Kita hanya perlu saling mengingatkan rasa.
Sebab. Kita sama-sama saling mencinta.
Kita sama-sama gila atas luka yang telah diterima. 
Meninggalkan, bukanlah pilihan yang harus didamba angan. Introspeksi dirilah yang harus dijadikan langkah dalam berjalan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar