Sabtu, 26 Mei 2018

Kita Sudah Ada Sekat

Sebenarnya aku sudah tidak ingin menceritakan tentangmu lagi. Tapi entah bagaimana cara menghilangkan segala hal yang masih terasa dekat dan melekat walau kenyataannya diantara kita sudah ada sekat.

Aku masih ingat betul awal pertemuan kita, masih juga sering tertawa bilamana mengingat bagaimana semesta dengan lucunya ingin mempertemukan kita lagi untuk kali kedua.

Kamu yang selalu menyebalkan namun anehnya, denganmu aku merasa bahagia.

Aku merindukan waktu dimana kita dengan gampangnya saling melontarkan canda dan tawa, kita yang sering membahas segala hal-hal kecil yang bahkan tidak penting. Namun kini hanya sekedar ingin tahu kabarmu pun terasa sulit.

Sebenarnya aku bisa saja dengan mudahnya mengirim pesan rindu untukmu namun disetiap aku mau, aku berusaha untuk tidak.

Kini jika rindu datang menghampiri aku hanya bisa mendengarkan sebuah nyanyian dari pesan suaramu yang masih saja aku simpan dalam memori.

Kadang aku ingin sekali saja dapat melihat apa yang ada dalam pikiranmu, apa yang kamu rasa dalam hatimu. Tak jarang juga aku ingin bertanya pernahkah ada aku di sana? pernahkah kamu merindukanku bahkan sesaat?

Kalau mengingat lagi apa yang pernah kita lalui, bukankah kita pernah sedekat ini?
Bukan, bukan seperti kita yang sekarang. Sekarang, aku dan kamu seperti dua orang yang bahkan seperti tidak saling kenal.

Kemudian tanyaku, apakah aku dan kamu adalah sebuah kebetulan yang sebenarnya hampir saling membahagiakan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar