Minggu, 20 Mei 2018

Sudah Paham ?

[Remahan]

Aku paling hebat dalam menunggu. Satu atau dua minggu tidak ada kabar darimu adalah makanan pokok jika ingin bersama orang sehebat kamu. Yang sibuknya luar biasa, yang waktunya tidak pernah terbagi rata, dan yang kegiatannya selalu ada saja.

Aku paling hebat dalam memahami. Satu dua kali janji bertemu kamu batalkan itu bagai kudapan sehari-hari. Aku tidak marah, apalagi sampai benci. Kecewa? Kuusahakan tidak, hanya saja harus menelan kembali rindu yang sudah sampai ditenggorokan dan siap dimuntahkan tidak pernah semudah kelihatannya.

Aku paling hebat dalam mengalah. Satu dua kali mengesampingkan apa yang aku rasa demi kita yang baik-baik saja adalah hal lumrah. Itu rela ku lakukan meski tidak pernah kau minta—untukmu aku senantiasa mengalah begitu saja. Aku ingin kamu baik-baik saja, aku ingin kita baik-baik adanya.

Dan aku paling hebat dalam mencintaimu. Satu dua kali kujauhkan mereka-mereka yang menawarkan diri. Apa daya, cuma kamu yang aku mau. Apa-apamu aku mau.  Jangankan semua lebihmu, bahkan kurangmu pun kupeluk, kurangkul, kujaga sedemikan rupa agar tidak merusak.

Sudah paham? Belum? Sini aku jelaskan sedikit lagi.

Jika orang-orang memintaku untuk melupakanmu, mereka harus mencoba berdiri di tempatku barang sejenak. Biar mereka rasakan seluruh sukacita bersamamu yang pernah ku kecap.

Jika orang-orang menyuruhku untuk meninggalkanmu, mereka harus mencoba memijak tempatku barang sececah. Biar mereka paham bagaimana mungkin jauh darimu dunia tetap berwarna cerah.

Dan jika orang-orang menyarankanku untuk bersama selain kamu, mereka harus mencoba berada di tempatku barang sedetik. Biar mereka lihat bahwa hanya denganmu semua bahagia mudah dipetik.

Sudah paham? Belum? Biar kuringkaskan:

Hanya denganmu aku bisa seperti ini.

Kamu begitu berarti. Jangan pergi.

—arjuna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar